Bali. Ya satu kata itu telah mengikat ratusan anak manusia untuk melihat eksotismenya. Diantara ratusan anak ada empat anak yang mengukir sendiri eksotisme Bali dalam hati mereka masing-masing. Menjadikan Bali sebagai penemuan, sebagai pacuan dan sebagai pemandangan.
1) Anak yang pertama ini memiliki paras menawan, keibuan dan dua titik lesung pipit di pipi kanan dan kirinya. Ia menjadikan Bali sebagai penemuan, sebagai rahasia antara ia dan seseorang. Selama di Bali mungkin Ia cukup tersiksa dengan keadaan sebenarnya, tapi Ia tetap menyimpan semangat dan menyimpan seberkas rindu di hati kecilnya untuk seseorang. Aku percaya suatu saat Ia akan mencapai apa yang dia inginkan :) semangat!!
2) Anak kedua. Anak ini memiliki mata yang besar tapi indah, mudah tersenyum dan perhatian. Ia seorang yang manja dengan tiga lainnya. Ia menjadikan Bali sebagai curahan hatinya yang sedang entah galau, entah gundah, entah berbunga-bunga. Selama di Bali aku melihatnya sering tersenyum senang. Bali telah menjadi memori tersendiri untuk anak ini. Aku meliat dia memiliki innerbeauty :) ayo semangat!!
3) Anak ketiga. Anak yang atraktif, bersuara lantang dan tegar, dia mempunyai dua titik lesung pipit. Aku punya banyak cerita bersama anak ini. Bali menjadi kesempatannya melepas penat masa sekolah. Anak ini menjadikan Bali sebagai pengalaman baru. Sungguh perjalanan yang melelahkan tapi menyenangkan. Bali juga menjadi saksi curhatnya yang pertama. Semangat eaaos kawan :)
4) Anak ke empat. Aku sendiri :) Bali menjadi suatu inspirasi terselubung. Aku menemukan sesuatu yang menarik disana. Pengalaman dan cerita baru. Hal-hal bodoh yang kulakukan disana. Kecewa berat dengan sesorang di Jogja saat di Bali. Betapa menyenangkan melepas penat di Bali. Bali Bali Bali.
Kesimpulannya kami berempat mempunyai masing-masing cerita, masing-masing anggapan untuk Bali. Curahan untuk Bali dan bekas jejak-jejak kami di Bali.
Seperti biasa ini hanya secoret dari banyak coretan yang aku posting disini. Enjoy yaa! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar